9 TIPS MEMBELI BISNIS WARALABA / FRANCHISE

9 tips to buy franchise business

9 tips membeli bisnis waralaba franchiseMembeli bisnis waralaba alias franchise menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk memulai usaha. Namun, masyarakat harus tetap membuat rencana yang matang agar bisnis tersebut bisa menghasilkan sesuai harapan. Konsultan bisnis franchise Djoko Kurniawan mencatat ada 9 tips yang perlu dilakukan bila masyarakat mau memulai bisnis waralaba.
download iREAP POS PRO

Berikut 9 Tips untuk menjalankan Bisnis Waralaba / Franchise diantaranya adalah:

  1. Datangi kantor pusat bisnis franchise

    Djoko mengatakan calon pebisnis harus memastikan langsung keberadaan kantor bisnis franchise yang dibidik. Pasalnya, itu diperlukan untuk memastikan kredibilitas mitra dan memastikan bisnis itu benar-benar ada. “Dia mau bilang jauh sejauh apapun anda harus datangi,” ujar dia saat ditemui di pameran waralaba bertajuk International Franchise License and Business Concept Expo and Conference di Jakarta Convention Center, Minggu, 7 Juni 2019.

  2. Cek salah satu outlet yang sudah beroperasi

    Para calon pebisnis mesti memastikan apakah outlet yang telah beroperasi sesuai atau tidak dengan analisis bisnis yang ditawarkan. Kalau ternyata tidak sesuai, ujar Djoko, sebaiknya tidak diambil. “Misalnya bisnis sushi janji menjual seribu plate sehari, itu amati benar enggak, kalau benar ambil, kalau enggak jangan,” kata dia.

    Baca juga: 3 Kunci Sukses Dalam Bisnis Franchise / Waralaba Kuliner

    Cara mengamatinya pun, menurut dia, cukup sederhana, yaitu dengan benar-benar menyambangi salah satu outlet dan bersantap di sana sembari melihat situasi. Pasalnya, Djoko mengatakan banyak pebisnis yang di atas kertas menguntungkan tapi kenyataannya tidak. Sehingga, imbasnya merugikan banyak pihak.

  3. Jangan malu bertanya

    Calon pengusaha tidak boleh langsung percaya dengan apa yang ditawarkan calon mitra. Sehingga, Djoko menyarankan mereka bertanya secara mendetail sebelum mengambil franchise. “Mesti tanya semuanya, a to z, harus bawel, tanya terus,” ujar dia.

  4. Pastikan rekam jejak franchiser

    Dengan kemudahan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mengecek rekam jejak calon mitra franchise sebelum memulai kerja sama. Caranya adalah dengan mencari dan melihatnya di media sosial. Benar atau tidak, serta aktivitasnya seperti apa. Pasalnya, untung ruginya bisnis juga bergantung kepada hal tersebut.

  5. Jangan tergiur rayuan dan tetap bekerja keras

    Menurut Djoko, saat ini banyak franchiser yang menawarkan bisnis auto-pilot alias pasti untung tanpa perlu dikontrol oleh pengusaha. Ia mengatakan para calon pengusaha sebaiknya tidak terjebak dengan tawaran itu.

    “Jangan tergiur dengan kata-kata manis di mana orang itu bilang pasti untung atau autopilot,” kata dia. Malahan, ia mengingatkan bahwa bisnis itu sudah pasti perlu kerja keras. “Butuh usaha, tanpa usaha itu lupakan.”

  6. SOP (Sistem Operasional dan Prosedur)

    SOP merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pada saat akan membeli bisnis franchise, karena SOP ini yang membuat bisnis franchise dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Tanpa SOP yang jelas dan detil, kemungkinan besar anda akan berjalan tanpa bimbingan dari pemilik franchise.

  7. Penggunakan Teknologi Informasi

    Saat ini sistem informasi untuk mencatat kegiatan aktifitas toko, warung, konter sudah sangat banyak khususnya dengan hanya menggunakan perangkat android. Aplikasi kasir pintar yang dapat berjalan di perangkat android dengan biaya yang sangat terjangkau bahkan gratis saat ini sudah tersedia dan bisa langsung digunakan dalam waktu singkat. Penting untuk anda menggunakan pencatatan transaksi penjualan, posisi stok, biaya toko dalam suatu sistem agar anda sebagai pemilik dapat mudah memonitor performa toko anda. Khususnya jika memiliki lebih dari 1 (satu) toko.

    aplikasi kasir bisnis waralaba / franchise

  8. Perhatikan dana yang dimiliki

    Para calon pebisnis harus memperhatikan besar modal yang disiapkan. Hal tersebut akan menentukan seberapa besar bisnis franchise yang bisa dibeli. Namun, ia menyarankan agar tidak berbisnis franchise bila terlalu kecil modalnya. “Kalau kecil banget seperti franchise teh, saya saran jangan. Ngapain. Lebih baik duit franchise jadikan empat booth langsung jadi,” tuturnya.

  9. Siap kehilangan uang

    Tip pamungkas dari Djoko adalah agar calon pebisnis siap kehilangan duitnya ketika sudah memutuskan bisnis franchise atau waralaba. Misalnya, ketika modal yang disiapkan Rp 10 juta, maka ia harus siap duit itu tak kembali. “Kalau enggak rela jangan, bisnis itu berbicara risiko.”

Demikian 9 tips yang perlu dilakukan untuk memulai usaha bisnis waralaba / franchise untuk membantu masyarakat yang mencoba berbisnis, semoga artikel ini bermanfaat.

Ditulis oleh,
Djoko Kurniawan | Konsultan Bisnis Franchise, Marketing & Service Excellence
www.djokokurniawan.com