{"id":8061,"date":"2022-08-24T10:53:46","date_gmt":"2022-08-24T03:53:46","guid":{"rendered":"http:\/\/192.168.20.95\/news\/10-tips-membuat-tagline-yang-memikat-dan-mudah-diingat\/"},"modified":"2024-02-29T11:59:37","modified_gmt":"2024-02-29T04:59:37","slug":"cara-membuat-tagline-yang-memikat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/id\/cara-membuat-tagline-yang-memikat\/","title":{"rendered":"10 Tips Membuat Tagline yang Memikat dan Mudah Diingat"},"content":{"rendered":"<p><script type=\"application\/ld+json\">\n{\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n  \"@type\": \"Article\",\n  \"mainEntityOfPage\": {\n    \"@type\": \"WebPage\",\n    \"@id\": \"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/id\/cara-membuat-tagline-yang-memikat\/\"\n  },\n  \"headline\": \"10 Tips Membuat Tagline yang Memikat dan Mudah Diingat\",\n  \"description\": \"Tagline menjadi salah satu faktor penting kemajuan bisnis. Agar bisa membuat tagline yang memikat dan mudah diingat, ikuti 10 tips membuat tagline ini\",\n  \"image\": \"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/cara-membuat-tagline-yang-memikat.webp\",  \n  \"author\": {\n    \"@type\": \"Organization\",\n    \"name\": \"PT. Sterling Tulus Cemerlang\",\n    \"url\": \"https:\/\/www.sterling-team.com\/\"\n  },  \n  \"publisher\": {\n    \"@type\": \"Organization\",\n    \"name\": \"ireappos.com\",\n    \"logo\": {\n      \"@type\": \"ImageObject\",\n      \"url\": \"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/ireappro-logo.png\"\n    }\n  },\n  \"datePublished\": \"2022-08-24\",\n  \"dateModified\": \"2022-08-24\"\n}\n<\/script>\n<picture><source media=\"(max-width: 480px)\" srcset=\"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/cara-membuat-tagline-yang-memikat-480.webp\" alt=\"tagline harus relevan\" title=\"tagline harus relevan\" width=\"480\" height=\"233\"\/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/cara-membuat-tagline-yang-memikat.webp\" width=\"680\" height=\"330\" alt=\"tagline harus relevan\" title=\"tagline harus relevan\" \/><\/picture>\n<p><em>Tagline<\/em> adalah kalimat ringkas yang harus bisa mendeskripsikan keunggulan <em>brand<\/em> sehingga mudah dikenali dan diingat konsumen. Tujuan pembuatan <em>tagline<\/em> tentu saja untuk membangun <em>brand awareness<\/em> atau <em>branding<\/em> bisnis, yang membedakan bisnis Anda dengan kompetitor. Pada artikel sebelumnya, Anda sudah mengenal <a href=\"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/id\/apa-itu-tagline-dan-contohnya\/\">Apa itu <em>Tagline<\/em>? Pengertian, Jenis, dan Fungsi <em>Tagline<\/em><\/a>. Agar bisa membuat <em>tagline<\/em> yang memikat dan mudah diingat, simak yuk pembahasan dan langkah-langkahnya di artikel iReap ini.<\/p>\n<h2>Cara Membuat Tagline<\/h2>\n<h3>1. Masukkan USP (Unique Selling Proposition) dalam Tagline<\/h3>\n<p><em>Unique Selling Proposition<\/em> (USP) adalah keunikan yang membedakan <em>brand<\/em> atau produk Anda dengan produk lain yang sejenis. Maka dalam pembuatan <em>tagline<\/em>, Anda perlu memasukkan USP sebagai <em>value<\/em> (nilai) maupun <em>benefit<\/em> yang bisa didapatkan konsumen jika memiliki dan menggunakan produk Anda.<\/p>\n<p>Mengapa hal ini penting? Karena ada ratusan bahkan ribuan perusahaan lain yang juga menggunakan <em>tagline<\/em> untuk menonjolkan keunikan yang mereka miliki demi mendapatkan target market. Jika sebagai pebisnis Anda tidak melakukan hal yang sama, konsumen jadi tidak mengenal bisnis Anda (termasuk produk, jasa, maupun layanan yang Anda tawarkan), dan akhirnya membuat Anda tertinggal dibandingkan kompetitor.<\/p>\n<p>Bagaimana cara menentukan <em>Unique Selling Proposition<\/em> (USP)? Anda bisa menggunakan 3 pertanyaan utama, berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Manfaat apa yang akan pelanggan dapatkan dari produk atau <em>brand<\/em> Anda?<\/li>\n<li>Bagaimana produk maupun brand yang Anda usung dapat mengubah kehidupan konsumen menjadi lebih baik?<\/li>\n<li>Apa yang membuat brand\/bisnis Anda lebih unggul dibandingkan bisnis lain?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika Anda berhasil menjawab ketiga pertanyaan di atas, maka USP pun bisa Anda temukan. Lalu, coba kombinasikan USP tersebut dengan <em>tagline<\/em> yang akan menjadi ciri khas <em>brand<\/em> maupun produk. USP bisa pula berbentuk <em>value<\/em> yang Anda usung, yang akan menguntungkan dan memotivasi konsumen untuk memilih <em>brand<\/em> Anda.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Enrich, not exploit<\/em> (Memperkaya, bukan mengeksploitasi) &#8211; <em>tagline<\/em> The Body Shop<\/li>\n<li><em>Feel the beauty<\/em> (Rasakan Kecantikannya) &#8211; <em>tagline<\/em> Wardah<\/li>\n<\/ul>\n<picture><source media=\"(max-width: 480px)\" srcset=\"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/cara-membuat-tagline-yang-memikat-1-480.webp\" alt=\"tagline untuk bisnis\" title=\"tagline untuk bisnis\" width=\"480\" height=\"233\"\/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/cara-membuat-tagline-yang-memikat-1.webp\" width=\"680\" height=\"330\" loading=\"lazy\" alt=\"tagline untuk bisnis\" title=\"tagline untuk bisnis\" \/><\/picture>\n<h3>2. Apa Tujuan Anda Membuat Tagline?<\/h3>\n<p>Langkah kedua sebelum membuat <em>tagline<\/em>, Anda harus tahu dulu, apa tujuan yang ingin Anda dapatkan dari <em>tagline<\/em>? Umumnya, beberapa tujuan yang ingin dicapai dari <em>tagline<\/em>, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menjangkau target pasar yang sesuai dengan produk, jasa, atau layanan yang ditawarkan.<\/li>\n<li style=\"margin:20px 0\">Membangun <em>brand awareness<\/em> (kesadaran merek) yang membuat konsumen menyadari keberadaan produk Anda sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan mereka.<\/li>\n<li>Untuk membangun <em>brand identity<\/em> (identitas brand). Sama seperti identitas setiap manusia yang unik, begitu pula seharusnya <em>tagline<\/em>. Artinya, <em>tagline<\/em> merepresentasikan <em>brand<\/em> Anda secara utuh, unik, tiada duanya, dan istimewa.<\/li>\n<li style=\"margin-top:20px\">Menunjukkan secara jelas keunggulan <em>brand<\/em>\/produk Anda kepada konsumen dan keunggulan tersebut menjadi <em>benefit<\/em> yang akan didapatkan konsumen.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>Kopiko, gantinya ngopi! &#8211; <em>tagline<\/em> permen Kopiko ini secara jelas dan spesifik menyebutkan keunggulan produk, yaitu Anda bisa ngopi tanpa perlu membuat kopi kalau memiliki Kopiko. Lebih praktis dan kenikmatan kopi tetap bisa Anda rasakan. Bagi penggemar kopi, jelas ini menjadi benefit yang menguntungkan, terutama saat mereka berada pada situasi ingin ngopi, tapi tidak memungkinkan untuk menyeduh kopi.<\/li>\n<li style=\"margin-top:20px\"><em>Connecting People<\/em> &#8211; <em>tagline<\/em> Nokia ini memiliki misi\/tujuan untuk menghubungkan orang-orang, di mana pun mereka berada, melalui alat komunikasi yang lebih mudah. Tujuan ini tentu juga menjadi keinginan dan kebutuhan banyak orang di luar sana. Itulah sebabnya, <em>tagline<\/em> ini pun mendunia, dan Nokia dikenal sebagai salah satu brand kuat di industri telekomunikasi.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Lakukan Brainstorming untuk Menemukan Ide Terbaik<\/h3>\n<p>Menghasilkan ide terbaik dari banyak kepala jelas jauh lebih mudah dan lebih efektif dibandingkan hanya Anda sendiri yang berpikir. Untuk itu, ajak tim Anda untuk duduk bersama sambil mendiskusikan ide-ide inovatif untuk menemukan <em>tagline<\/em> yang tepat.<\/p>\n<p>Hal penting yang bisa jadi pertimbangan bagi setiap orang yang terlibat dalam <em>brainstorming<\/em> ide ini, misalnya: perusahaan yang ingin lakukan, dampak terbaik bagi konsumen, nilai yang diusung, keunggulan yang unik, dan apa yang harus dilakukan.<\/p>\n<h3>4. Buat Logo Terlebih Dahulu, Baru Tagline<\/h3>\n<p>Kalau 3 poin di atas sudah Anda lakukan dan temukan, maka langkah berikutnya rancang dulu logo <em>brand<\/em>. Tanpa adanya logo, <em>tagline<\/em> apa pun yang Anda ciptakan akan jadi tidak optimal. Apalagi jika bisnis Anda merupakan bisnis online yang semua kegiatan promosi dan pemasarannya juga secara online.<\/p>\n<p>Dalam membuat logo, pastikan ada filosofinya terlebih dahulu sebelum membuat beberapa jenis desain logo. Selain itu, logo juga harus bisa menggambarkan <em>brand<\/em> dan produk yang ditawarkan dengan baik. Minta orang-orang di tim kerja dan beberapa orang di luar tim yang Anda percaya, untuk ikut memilih desain logo mana yang terbaik dan sesuai dengan <em>brand identity<\/em> yang mau Anda bangun. Kalau sudah, baru membuat kalimat <em>tagline<\/em>.<\/p>\n<h3>5. Memahami Kebutuhan Audiens<\/h3>\n<p>Jika bisnis Anda menyasar target market tertentu, pastinya Anda punya strategi <em>branding<\/em> yang sesuai kebutuhan audiens. Artinya, pastikan Anda tahu apa saja kebutuhan target <em>market<\/em> yang ingin Anda jangkau. Apa saja permasalahan yang banyak mereka hadapi? Lalu, cari tahu pula, bisakah <em>brand<\/em> maupun produk yang Anda tawarkan menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah audiens. Mengetahui secara pasti target pasar dan kebutuhan mereka akan membantu Anda membuat <em>tagline<\/em> yang kuat serta mampu menyentuh sisi emosional audiens.<\/p>\n<h3>6. Gunakan Kalimat Persuasif, namun Tetap Sederhana<\/h3>\n<p>Kalimat persuasif memiliki kekuatan untuk mempengaruhi, memotivasi, bahkan mendorong orang yang membacanya untuk terlibat, bahkan melakukan tindakan yang disarankan. Nah, agar kalimat persuasif Anda juga mudah diingat banyak orang, pilih kata-kata sederhana, tetapi kaya makna. Hindari menggunakan kata yang bisa menimbulkan salah arti maupun ambigu.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Let&#8217;s Go Places<\/em> &#8211; <em>tagline<\/em> Toyota.<\/li>\n<li><em>See what we mean<\/em> &#8211; Canon.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>7. Jangan Meniru Tagline Brand Lain<\/h3>\n<p>Dalam pembuatan <em>tagline<\/em>, utamakan mengedepankan kreativitas dan orisinalitas. Meskipun produk Anda ternyata serupa dengan produk kompetitor, jangan sekalipun berpikir untuk meniru <em>tagline brand<\/em> lain (yang mungkin saja <em>tagline<\/em> tersebut sedang viral atau sudah lebih dulu populer). Jika Anda melakukan hal ini, kepercayaan konsumen kepada produk Anda bisa berkurang lho, dan Anda pun dikenal sebagai <em>brand<\/em> peniru. Jelas hal ini akan merugikan Anda.<\/p>\n<picture><source media=\"(max-width: 480px)\" srcset=\"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/cara-membuat-tagline-yang-memikat-2-480.webp\" alt=\"tips membuat tagline\" title=\"tips membuat tagline\" width=\"480\" height=\"233\"\/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/cara-membuat-tagline-yang-memikat-2.webp\" width=\"680\" height=\"330\" loading=\"lazy\" alt=\"tips membuat tagline\" title=\"tips membuat tagline\" \/><\/picture>\n<h3>8. Perkuat Manfaat yang Bisa Konsumen Dapatkan dari Brand\/Produk Anda<\/h3>\n<p>Pembahasan ini masih berkaitan dengan poin 7. Daripada Anda melakukan plagiat atau meniru <em>tagline brand<\/em>\/produk lain, alangkah baiknya Anda menciptakan <em>tagline<\/em> unik yang mengutamakn manfaat atau <em>benefit<\/em> bagi konsumen. Maksudnya, Anda bisa menunjukkan kepedulian Anda akan kebutuhan konsumen melalui <em>tagline<\/em>, dan beritahu manfaat yang akan mereka nikmati jika menggunakan produk dari bisnis Anda.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Because you&#8217;re worth it<\/em> &#8211; L&#8217;Oreal<\/li>\n<li>Pasti Ada Jalan &#8211; Gojek<\/li>\n<\/ul>\n<h3>9. Bangun Emosi atau Perasaan Tertentu yang Memikat sehingga Mudah Diingat<\/h3>\n<p>Ketika <em>tagline<\/em> bisa menyentuh perasaan atau emosi, tentu konsumen akan tertarik dan jadi mudah ingat dengan identitas perusahaan pemilik <em>tagline<\/em> tersebut. Maka tips membuat <em>tagline<\/em> berikutnya yang harus Anda terapkan, pikirkan dan bangun kalimat-kalimat persuasif yang menyentuh hati.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Impossible is Nothing<\/em> \u2013 Adidas<\/li>\n<li><em>Open Happiness<\/em> \u2013 Coca-Cola<\/li>\n<li><em>Better Fly<\/em> &#8211; Citilink<\/li>\n<li><em>Quality never goes out of style<\/em> &#8211; Levi&#8217;s<\/li>\n<\/ul>\n<h3>10. Tagline Relevan dengan Produk yang Dijual<\/h3>\n<p><em>Tagline<\/em> yang memikat dan mudah diingat sebaiknya relevan dengan produk yang dijual. Jadi ketika konsumen membaca atau mendengar <em>tagline<\/em>, pikirannya langsung tertuju pada produk dari perusahaan Anda.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>Aku dan kau, suka Dancow &#8211; Dancow<\/li>\n<li>Kebaikan Hidup &#8211; Aqua<\/li>\n<li><em>Save Money, Live better<\/em> &#8211; Walmart<\/li>\n<\/ul>\n<p>Yuk, langsung buat saja tagline bisnis Anda sendiri dengan mengikuti 10 tips membuat tagline yang memikat dan mudah diingat di atas. Jangan lupa, tagline harus singkat, sederhana, dan mudah diingat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ireappos.com\/id\/index.php\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><picture><source media=\"(max-width: 480px)\" srcset=\"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/Banner-cara-mencatat-transaksi-penjualan-dengan-android-480.jpg\" alt=\"Banner-ireap-pro\" title=\"Banner-ireap-pro\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/d2h87rbqc48mm2.cloudfront.net\/ir\/img\/Banner-cara-mencatat-transaksi-penjualan-dengan-android.jpg\" alt=\"Banner-ireap-pro\" title=\"Banner-ireap-pro\" width=\"680\" height=\"150\" \/><\/picture><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tagline adalah kalimat ringkas yang harus bisa mendeskripsikan keunggulan brand sehingga mudah dikenali dan diingat konsumen. Tujuan pembuatan tagline tentu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9085,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[144],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8061"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8061"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12770,"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8061\/revisions\/12770"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9085"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ireappos.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}