BISNIS KOPI HARUS PAKAI GAYA ORANG MUDA

Komunikasi Bisnis Franchise Kopi - iREAP POS NEWS

Strategi Komunikasi Pemasaran Bisnis Kopi Gaya Anak Muda

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Banyak cara bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis. Salah satunya, dengan franchise atau waralaba. Konsep ini pula yang dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha kedai es kopi susu, seperti Kopi Janji Jiwa dan Kopi Kulo. Sayangnya pemilik dan pengelola kedua kedai kopi ini enggan bicara lebih jauh soal kemitraan yang mereka tawarkan.

Djoko Kurniawan, Konsultan Bisnis, Pakar Franchise dan Pelayanan Konsumen dari DK Consuling, menilai, kemitraan yang ditawarkan pemilik kedai es kopi susu sudah tepat. Cara pengembangan bisnis yang dilakukan pemilik kedai es kopi susu melalui sistem franchise atau kemitraan akan membuat brand berkembang lebih cepat dan meningkatkan brand image lebih baik, kata dia.

Di sisi lain, bisnis es kopi susu dengan modal yang terjangkau, bisa memberi keuntungan bagi pewaralaba dan terwaralaba. Tapi tentu, agar layak diwaralabakan, sebuah usaha harus memiliki brand yang baik. Brand harus melakukan marketing communication dengan tepat, yang mendorong pembelian produk secara emosional, tandas Djoko.

Selain itu, pewaralaba atau pemilik kemitraan juga harus memiliki produk yang segmen pasarnya jelas. Pewaralaba atau pemilik kemitraan perlu pula membuat standardisasi kualitas produk yang akan menjadi acuan bagi mitra-mitranya di berbagai lokasi. Ini penting untuk menjaring dan mempertahankan pelanggan.

Bicara kedai es kopi susu, menurut Djoko, segmen pasar yang harus dibidik adalah kalangan kawula muda dan profesional yang jumlahnya banyak dan masih suka minuman manis. Jadi, cara komunikasi pemasaran juga harus pakai gaya yang disukai orang muda, saran Djoko.

Yang tidak kalah penting, sambung dia, pemilik franchise kedai kopi harus mampu bersaing dengan pihak kompetitor. Sebab, kendala utama yang akan dihadapi pebisnis es kopi susu adalah semakin banyaknya pemain sejenis. Ini terutama, pemain yang menawarkan harga produk lebih murah dengan inovasi baru yang kreatif.

Nah, salah satu cara agar brand tetap eksis adalah dengan selalu berpikir untuk pengembangan produk, baik dari kemasan, toping, atau bahkan cara minum yang beda dan lain-lain. Intinya, selama bisnis berjalan, maka perlu waktu memikirkan bisnis dan tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa inovasi, ujar Djoko.

Written by,

Djoko Kurniawan
Senior Business Consultant | UMKM Expert
DK Consulting Group Jakarta
Email: info@djokokurniawan.com | IG: djoko.kurniawan | www.djokokurniawan.com
www.konsultan-franchise.com
www.indonesia-franchise.com