Home » Strategi Marketing / Bisnis » Pebisnis, Ini Jenis Iklan Digital Marketing untuk Mempromosikan Bisnis

Pebisnis, Ini Jenis Iklan Digital Marketing untuk Mempromosikan Bisnis

jenis-iklan-digital-marketing

Jenis Iklan Digital Marketing

Di era digital saat ini, sudah waktunya pebisnis memanfaatkan iklan digital untuk promosi bisnis. Apakah yang dimaksud iklan digital?

Iklan digital adalah bentuk iklan yang menggunakan media digital berbasis internet, seperti website, media sosial, atau di aplikasi mobile, untuk mempromosikan atau memasarkan bisnis.

Ada banyak jenis iklan digital, misalnya iklan online, iklan di media sosial, iklan video, dan sebagainya. Baca di bawah ini penjelasan lengkap mengenai jenis iklan digital, yuk.

Jenis Iklan Online Ada Berapa?

Jenis digital advertising ada 9, yaitu display ads, social media advertising, video ads, search ads, email marketing, native ads, mobile advertising, paid search, paid social, dan remarketing. Berikut penjelasannya:

1. Iklan Gambar (Display Ads)

Apabila ingin menarik perhatian calon pelanggan untuk meningkatkan brand awareness dan agar lebih banyak pelanggan melakukan pembelian, Anda perlu mencoba memasang iklan gambar (display ads).

Kekuatan iklan gambar terletak pada visualnya yang menarik perhatian dengan jenis display ads berukuran tetap. Selain itu, ukuran iklan dapat menyesuaikan dengan ukuran layar tempat Anda memasang iklan.

Dalam iklan gambar, Anda bisa memasukkan teks dan animasi. Biasanya, iklan jenis ini akan tampil di website pihak ketiga sebagai banner, pop-up, landing page, hingga flash ads.

Display ads memiliki biaya yang lebih terjangkau dibanding jenis iklan lainnya. 

Iklan Gambar (Display Ads)

2. Iklan di Media Sosial (Social Media Advertising)

Social media advertising merupakan iklan yang tayang di platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, Facebook, Twitter, dan lainnya.

Pilihan iklan yang tayang di beranda media sosial pengguna ini beragam. Ada display ads, video ads, atau audio ads.

Selain itu, Anda dapat memasang iklan sesuai target pasar melalui pengaturan demografi (jenis kelamin, domisili, pekerjaan, usia, latar belakang pendidikan, serta usia).

Dengan menggunakan social media advertising, Anda akan terbantu untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan tepat sasaran.

3. Iklan Video (Video Ads)

Iklan video atau video ads menjadi iklan online yang interaktif dan cukup efektif menjangkau audiens.

Informasi terkait produk yang Anda tawarkan bisa lebih akurat dan detail dengan adanya perpaduan antara gambar bergerak dan audio visual.

Biasanya, video ads akan tayang pertama kali saat Anda mengunjungi suatu media sosial atau website. Anda juga bisa mengintegrasikan iklan video sebagai display ads dan native ads.

Banner-ireap-lite-free

4. Iklan Pencarian (Search Ads)

Iklan pencarian masuk dalam strategi search engine marketing (SEM).

SEM bertujuan meningkatkan keterbacaan atau kemunculan website bisnis di mesin pencari dengan membayar biaya sesuai ketentuan.

Iklan pencarian atau lebih dikenal dengan pay per click (PPC) ini akan muncul di posisi teratas ketika pengguna internet mengetikkan kata kunci tertentu di search engine.

5. Iklan Menggunakan Email (Email Marketing)

Email marketing adalah jenis iklan yang memanfaatkan pengiriman email untuk mempromosikan suatu produk, baik barang maupun jasa.

Email marketing bisa berupa newsletter hingga penawaran menarik, seperti diskon, voucher, informasi flash sale, dan lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian McKinsey and Company, email marketing tak hanya murah, namun 40 kali lebih efektif dibanding memasang iklan di Facebook dan Twitter.

Nah, Anda bisa menggunakan email marketing untuk mendorong calon pelanggan melakukan pembelian dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Namun sebelum melakukan email marketing, Anda harus terlebih dulu memiliki database email pelanggan dan calon pelanggan, misalnya dari pengisian formulir tertentu pada landing page website, atau survei pengguna.

6. Iklan Native (Native Ads)

Iklan native hampir serupa dengan display ads. Hanya saja, native ads merupakan iklan yang tampil menggunakan format atau layout sesuai platform yang Anda pilih.

Jenis iklan online ini tampak seperti konten lainnya yang ada di suatu platform, sehingga tidak mengganggu pengguna dan lebih relevan.

Beberapa jenis native ads yang dapat Anda pilih, seperti promoted listings, paid search ads, in-feed units, dan custom ads.

7. Mobile Advertising

Mobile advertising adalah jenis iklan digital yang tayang pada aplikasi seluler berupa push notification, SMS, dan MMS.

Mobile advertising bisa membantu Anda meningkatkan konversi, mengingat sebagian besar orang tak bisa lepas dari aktivitas penggunaan smartphone.

Meski begitu, Anda harus tetap berhati-hati dalam menjalankan iklan ini. Sebab, terlalu sering mengirim notifikasi atau SMS berisi promo dapat mengganggu kenyamanan calon pelanggan.

Mobile Advertising

8. Paid Search

Paid search dapat Anda temukan pada berbagai mesin pencari, salah satunya Google. Google ads merupakan layanan paid search dari Google yang memiliki banyak fitur, termasuk smart campaign.

Sebelum menggunakan paid search, Anda harus terlebih dulu melakukan riset kata kunci populer dan relevan dengan bisnis Anda.

Kata kunci yang sesuai dan diketik oleh calon pelanggan akan memunculkan bisnis Anda pada urutan teratas hasil pencarian. Ciri paid search lainnya, terdapat keterangan iklan atau ad di depan halaman website yang diiklankan.

9. Paid Social

Paid sosial merupakan iklan berbayar yang tersedia dan akan tayang pada platform media sosial, di antaranya Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, YouTube, dan TikTok.

Sebelum menjalankan iklan jenis paid social, Anda dapat memilih tujuan beriklan. Misalnya, untuk meningkatkan brand awareness, engagement, traffic menuju ke website, followers, menghasilkan konversi, dan sebagainya.

Pada Instagram ads dan Facebook ads, Anda dapat memasang iklan berupa photo ads, video ads, hingga carousel ads (bisa perpaduan foto dan video maksimal 10 dalam 1 kali upload konten).

10. Remarketing/Retargeting

Remarketing artinya iklan yang targetnya merupakan orang yang pernah mengunjungi suatu website. Baik yang melakukan pembelian atau sekadar melihat-lihat. Sementara, iklan retargeting berisi bisnis atau produk yang tampil ketika audiens kembali melakukan kunjungan berikutnya pada suatu website.

Bahkan bisa saja iklan digital ini muncul ketika audiens sedang menonton video di YouTube. Tujuan dari remarketing adalah mendorong calon pelanggan agar kembali mengunjungi website atau aplikasi, tidak berubah pikiran, hingga melakukan pembelian.

Iklan digital merupakan bagian dari strategi digital marketing yang dapat membantu Anda meningkatkan brand awareness hingga meningkatkan omzet penjualan.

Saat melakukan digital advertising, Anda dapat mencoba beberapa jenis iklan yang relevan dengan bisnis dan produk yang Anda tawarkan.

Nah, setelah mengetahui berbagai jenis iklan digital marketing, terapkan juga Strategi Digital Marketing yang Efektif. Lalu, jika ingin brand Anda viral, coba terapkan hal ini: Brand Bisa Viral Lewat Digital Marketing.

Banner-ireap-lite-free

About

contact whatsapp ireap pos