Pengertian Customer, Client dan Perbedaannya

Understanding Customers and Clients


Pengertian Customer dan Client

Customer dan client kerap dianggap sebagai dua istilah yang sama. Sebenarnya, apa yang membedakan keduanya? Simak pembahasan lengkapnya di artikel ini.

Ada banyak sekali istilah dalam dunia bisnis yang mirip. Beberapa istilah kadang membingungkan pengguna yang akhirnya menempatkannya pada posisi penyebutan yang salah. Dua sebutan yang sering dianggap sama padahal berbeda adalah customer dan client.

Bagi pebisnis di Indonesia, istilah pelanggan atau langganan mungkin lebih aman digunakan. Namun di beberapa sektor bisnis, istilah client maupun customer terdengar lebih akrab. Sebenarnya, apa yang menjadi pembeda di antara keduanya?

Untuk memahaminya, mari kita simak terlebih dahulu pengertian dari kedua istilah tersebut!

Pengertian Customer

pengertian customer

Secara ringkas, customer adalah orang atau organisasi yang membeli produk maupun layanan berupa jasa dari sebuah bisnis. Kafe dan restoran misalnya, mereka memiliki customer.

Hubungan seorang customer dengan bisnis umumnya hanya tentang satu kali transaksi saja. Meski ada yang namanya pelanggan setia, sifat hubungannya selalu ada dalam jangka pendek.

Pelanggan dapat memilih layanan apapun yang mereka butuhkan dan langsung membayar. Mereka juga bisa datang ke toko yang sama atau tidak.

Baca juga: Pengertian Kurva Permintaan dan Penawaran

Intinya, hubungan customer dengan bisnis adalah tentang pertukaran barang atau jasa dengan uang.

Secara tradisional, sebuah bisnis lebih fokus terhadap jumlah transaksi dengan pelanggan dibanding kualitas hubungan dengan setiap customer mereka.

Customer adalah kekuatan utama sebuah bisnis dan mereka selalu dianggap raja. Artinya, meski hubungan bersifat jangka pendek, namun customer tetap berhak mendapatkan barang-barang berkualitas tinggi sesuai harga yang mereka bayar.

Pengertian Client

pengertian client

Sementara itu, client atau klien adalah orang atau bisnis yang membayar untuk layanan yang dipersonalisasi atau sesuatu yang profesional. Misalnya saja layanan penasehat hukum, desain grafis atau layanan konsultasi real estate.

Umumnya orang menganggap pengacara dan akuntan memiliki client, bukan customer.

Tidak seperti hubungan dengan customer, relasi bisnis antara sebuah perusahaan/perorangan dengan kliennya berjalan dalam jangka panjang.

Seseorang bisa menjadi client Anda selama bertahun-tahun. Ada yang membayar per tahun, ada pula yang memberikan bayaran dari waktu ke waktu ketika mereka memerlukan jasa Anda.

Baca juga: Apa itu Segmentasi Pasar, Syarat, dan Manfaatnya

Client lebih identik dengan loyalitas. Itulah sebabnya mengapa sebuah bisnis lebih mementingkan kepuasan client dibanding jumlahnya.

Kunci terpenting yang membedakan customer dan client adalah layanan yang diberikan. Client akan memperoleh sesuatu yang terspesialiasi dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan pribadi mereka.

Kalau Anda mencari penasihat keuangan, Anda hanya akan memperoleh masukan yang sesuai dengan situasi Anda. Begitu juga ketika Anda menggunakan jasa pengacara.

Perbedaan Customer dan Client

perbedaan customer dan client

Setelah mengetahui makna dari masing-masing istilah ini, saatnya untuk memperjelas perbedaan antara customer dan client. Apa saja?

1. Makna

Perbedaan yang paling mencolok dari keduanya adalah perbedaan makna. Customer adalah orang atau badan yang membeli layanan maupun produk dari sebuah perusahaan.

Sementara client adalah mereka yang mencari layanan profesional dari sebuah bisnis.

2. Hubungannya dengan Penjual

Perbedaan utama lainnya adalah jenis hubungan yang dijalani oleh client dan customer dengan entitas lain.

Customer melakukan transaksi dengan perusahaan dan itu mungkin adalah pembelian pertama dan terakhirnya. Dengan begitu, penjual jasa atau barang tidak perlu membangun hubungan yang kuat dengan customer.

Baca juga: Apa itu Bisnis Retail dan Bagaimana Cara Memulainya?

Di sisi lain, hubungan antara seorang klien dengan perusahaan adalah untuk tujuan jangka panjang.

Bisnis juga lebih fokus untuk menciptakan ikatan kuat dengan klien agar mereka menggunakan kembali produk atau jasa mereka di kemudian hari.

3. Kesepakatan

Hal lain yang membedakan antara customer dengan client adalah kesepakatan. Pelanggan bisa saja hanya membeli satu kali. Mereka tidak memerlukan kesepakatan formal dengan penjual produk atau penyedia jasa yang mereka gunakan.

Sementara itu client terlibat hubungan jangka panjang yang seringkali sulit diprediksi. Artinya, sebuah agensi atau perusahaan mungkin tidak relevan seperti yang terlihat di awal.

Karena itu, kedua belah pihak memerlukan kesepakatan formal terkait kuota, tenggat waktu, tanggung jawab, hasil yang diharapkan, hasil yang diproyeksikan dan lain sebagainya.

4. Layanan yang Diberikan

Sebuah perusahaan memiliki pendekatan yang berbeda dengan customer dan client mereka. Ada perusahaan yang menargetkan customer. Mereka umumnya adalah entitas yang menjual produk atau menyediakan layanan.

Ada juga perusahaan yang menargetkan klien dan umumnya mereka hanya menyediakan layanan saja.

5. Jangka Waktu Hubungan

Bisnis yang menargetkan customer umumnya membangun hubungan dalam waktu yang singkat dibanding perusahaan yang menjaring client.

Ini karena perusahaan dengan customer hanya menargetkan penjualan satu kali.

Di sisi lain, sebuah bisnis yang memiliki client sebagai target akan melakukan berbagai cara untuk mencegah client berpindah ke perusahaan lain.

Mereka sangat mengandalkan jalinan hubungan baik untuk mempertahankan client yang sudah ada.

6. Perhatian Personal

Ketika Anda memiliki client, perhatian yang harus Anda berikan berbeda dengan customer. Ini karena tujuan dari hubungan yang Anda jalin adalah untuk jangka panjang.

Agar awet, perhatian yang harus diberikan juga lebih besar bahkan kadang sifatnya personal.

Seperti kencan, Anda harus melakukan yang terbaik untuk menciptakan sebuah hubungan yang langgeng. Karena itu, Anda harus melakukan yang terbaik untuk menarik perhatian client dan menunjukkan kelebihan yang Anda miliki.

Sebaliknya, customer diibaratkan seperti sebuah permainan untuk menciptakan skor cepat. Yang perlu Anda lakukan adalah menampilkan yang terbaik terlepas dari apapun impresi yang dirasakan oleh customer. Tentu saja ketika Anda tidak seperti yang mereka inginkan, mereka mungkin tidak akan kembali pada Anda.

Bisnis yang memiliki customer hanya mengandalkan kualitas barang sebagai jaminan loyalitas. Berbeda dengan bisnis berbasis klien. Di sini, perhatian pribadi menjadi sangat penting dan harus dijadikan sebagai prioritas. Ini karena Anda ingin mempertahankan klien selama mungkin.

Anda pasti akan berharap mereka datang lagi dan melakukan bisnis secara berulang dengan Anda. Misalnya saja dalam bisnis pembuatan situs web atau desain grafis.

Apapun basis bisnis Anda baik customer maupun client, keduanya berhak mendapatkan layanan terbaik.

Salah satu cara meningkatkan kepuasan customer dan client Anda adalah dengan melakukan kegiatan operasional bisnis secara lebih efisien dengan iREAP POS. Hubungi kami sekarang juga untuk informasi lengkapnya.

Banner-ireap-pro