Home » Tips Bisnis » Harga: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Harga: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

pengertian-harga

Pengertian Harga, Fungsi, Jenis, dan Contoh

Apa yang dimaksud harga dan apa fungsinya? Harga adalah nilai berbentuk uang yang harus konsumen bayarkan kepada penjual untuk mendapatkan keuntungan/manfaat dari produk atau jasa yang ia beli. Fungsi harga sebagai mekanisme ekonomi dan indikator kekuatan permintaan terhadap produk atau jasa. Untuk lebih lengkap mengenai harga, mulai dari fungsi, jenis, dan contohnya, baca artikel iReap kali ini.

Apa Itu Harga dan Pengertian Harga

Menurut Philip Kotler dan Amstrong, pengertian harga adalah sejumlah uang yang dibebankan pada suatu produk atau jasa sehingga ketika ada konsumen yang ingin mendapatkan manfaat dari produk atau jasa, ia harus membayarkan sejumlah uang yang sudah ditentukan tersebut.

Harga juga bisa dikatakan sebagai kemampuan untuk memiliki suatu produk yang dinyatakan dalam bentuk uang atau kompensasi yang harus konsumen bayar demi mendapatkan dan memiliki suatu produk.

Fungsi Harga

Fungsi Harga

Sebagai indikator, tolak ukur, atau nilai tukar terhadap suatu produk, maka berikut fungsi harga:

  • Harga memiliki fungsi menyediakan mekanisme ekonomi yang berkaitan dengan pendistribusian barang dari penjual kepada konsumen.
  • Sebagai indikator kekuatan permintaan atas suatu produk. Ketika harga turun, maka permintaan produk akan naik.
  • Harga juga berfungsi sebagai sinyal yang mempengaruhi permintaan dan penawaran pasar. Ketika harga rendah, maka permintaan naik, begitu pun sebaliknya.
  • Fungsi transmisi harga adalah pengaruh harga terhadap keputusan pembelian berdasarkan penawaran dengan syarat tertentu. Maksudnya, ketika penawaran berkualitas tinggi karena menggunakan bahan baku yang mahal, jelas akan berbeda dengan penawaran yang menggunakan bahan baku dengan harga lebih murah.

Jenis-jenis Harga

1. Harga Beli

Harga beli adalah nilai yang diperoleh ketika membeli suatu barang. Harga beli bisa pula diartikan sebagai modal. Contohnya: Anda membeli beras 5kg seharga Rp50.000,-

2. Harga Jual

Harga jual adalah harga yang ditetapkan oleh penjual atas barang dagangannya dan yang nanti akan dibayarkan oleh konsumen saat membeli barang tersebut. Harga jual merupakan hasil penambahan modal dengan besarnya keuntungan, dan biasanya harga jual mengikuti harga pasar.

Contoh: Anda membeli beras 5kg seharga Rp50.000,-, kemudian menjualnya dengan harga Rp65.000,- maka ini menjadi harga jual Anda.

Jenis-jenis Harga

3. Harga Subyektif

Harga subjektif adalah harga yang penetapannya berdasarkan pendapat atau perkiraan seseorang. Contoh: Anda ingin menjual berlian hadiah pernikahan. Jadi, Anda membawa berlian itu ke toko perhiasan untuk mengetahui harganya.

Orang di toko tersebut kemudian memperkirakan harga berlian 10 juta Rupiah, misalnya. Inilah yang dimaksud harga subyektif. Sebab, belum tentu harga berlian memang demikian. Anda harus membawanya ke toko lain untuk mencari perbandingan harga pasar.

4. Harga Obyektif

Harga obyektif adalah harga yang nominalnya hasil dari kesepakatan antara penjual dan pembeli, baik dengan proses tawar menawar maupun tanpa melalui proses tersebut. Harga obyektif dikenal pula dengan harga pasar.

5. Harga Pokok

Harga pokok adalah nilai riil suatu produk.

Sebagai pemilik bisnis, tentu Anda harus bisa menentukan harga untuk setiap produk atau jasa yang Anda jual. Nah, selain tahu apa itu harga, fungsi, dan jenis harga, Anda juga perlu tahu apa itu harga jual dan bagaimana cara menghitung harga jual. Yuk, baca artikel selanjutnya: Cara Menentukan dan Menghitung Harga Jual Beserta Rumusnya.

Banner-ireap

About

contact whatsapp ireap pos