7 Tips Bisnis Franchise

iREAP POS News & Tips Bisnis Franchise

iREAP POS News & Tips Bisnis Franchise

Membeli bisnis waralaba alias franchise menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk memulai usaha. Namun, masyarakat harus tetap membuat rencana yang matang agar bisnis tersebut bisa menghasilkan sesuai harapan.

Konsultan bisnis franchise Djoko Kurniawan mencatat ada 7 tips yang perlu dilakukan bila masyarakat mau mulai mengambil bisnis waralaba.

  • Datangi kantor pusat bisnis franchise
    Djoko mengatakan calon pebisnis harus memastikan langsung keberadaan kantor bisnis franchise yang dibidik. Pasalnya, itu diperlukan untuk memastikan kredibilitas mitra dan memastikan bisnis itu benar-benar ada. “Dia mau bilang jauh sejauh apapun anda harus datangi,” ujar dia saat ditemui di pameran waralaba bertajuk International Franchise License and Business Concept Expo and Conference di Jakarta Convention Center, Minggu, 7 Juni 2019.

  • Cek salah satu outlet yang sudah beroperasi
    Para calon pebisnis mesti memastikan apakah outlet yang telah beroperasi sesuai atau tidak dengan analisis bisnis yang ditawarkan. Kalau ternyata tidak sesuai, ujar Djoko, sebaiknya tidak diambil. “Misalnya bisnis sushi janji menjual seribu plate sehari, itu amati benar enggak, kalau benar ambil, kalau enggak jangan,” kata dia.

    Cara mengamatinya pun, menurut dia, cukup sederhana, yaitu dengan benar-benar menyambangi salah satu outlet dan bersantap di sana sembari melihat situasi. Pasalnya, Djoko mengatakan banyak pebisnis yang di atas kertas menguntungkan tapi kenyataannya tidak. Sehingga, imbasnya merugikan banyak pihak.

  • Jangan malu bertanya
    Calon pengusaha tidak boleh langsung percaya dengan apa yang ditawarkan calon mitra. Sehingga, Djoko menyarankan mereka bertanya secara mendetail sebelum mengambil franchise. “Mesti tanya semuanya, a to z, harus bawel, tanya terus,” ujar dia.

  • Pastikan rekam jejak franchiser
    Dengan kemudahan teknologi, masyarakat bisa dengan mudah mengecek rekam jejak calon mitra franchise sebelum memulai kerja sama. Caranya adalah dengan mencari dan melihatnya di media sosial. Benar atau tidak, serta aktivitasnya seperti apa. Pasalnya, untung ruginya bisnis juga bergantung kepada hal tersebut.

  • Jangan tergiur rayuan dan tetap bekerja keras
    Menurut Djoko, saat ini banyak franchiser yang menawarkan bisnis auto-pilot alias pasti untung tanpa perlu dikontrol oleh pengusaha. Ia mengatakan para calon pengusaha sebaiknya tidak terjebak dengan tawaran itu.

    “Jangan tergiur dengan kata-kata manis di mana orang itu bilang pasti untung atau autopilot,” kata dia. Malahan, ia mengingatkan bahwa bisnis itu sudah pasti perlu kerja keras. “Butuh usaha, tanpa usaha itu lupakan.”

  • Perhatikan dana yang dimiliki
    Para calon pebisnis harus memperhatikan besar modal yang disiapkan. Hal tersebut akan menentukan seberapa besar bisnis franchise yang bisa dibeli. Namun, ia menyarankan agar tidak berbisnis franchise bila terlalu kecil modalnya. “Kalau kecil banget seperti franchise teh, saya saran jangan. Ngapain. Lebih baik duit franchise jadikan empat booth langsung jadi,” tuturnya.

  • Siap kehilangan uang
    Tip pamungkas dari Djoko adalah agar calon pebisnis siap kehilangan duitnya ketika sudah memutuskan bisnis franchise atau waralaba. Misalnya, ketika modal yang disiapkan Rp 10 juta, maka ia harus siap duit itu tak kembali. “Kalau enggak rela jangan, bisnis itu berbicara risiko.”

Written by,

Djoko Kurniawan
Senior Business Consultant | UMKM Expert
DK Consulting Group Jakarta
Email: info@djokokurniawan.com | IG: djoko.kurniawan | www.djokokurniawan.com