Ingin Membuat Label Makanan Keren dan Laris? Ini Caranya!

How to Make Food Labels


cara membuat label makanan

Membuat label makanan merupakan hal penting selain kualitas produk, konsumen biasanya tertarik pada kemasan dan label yang terpasang.

Rasanya ungkapan “Don’t Judge a Book by Its Cover” tidak berlaku pada produk makanan. Diakui atau tidak, orang akan lebih tertarik pada produk dengan label makanan yang bagus dan estetik dibanding yang dibuat secara asal-asalan. Meskipun mungkin, rasa makanan dengan label seadanya jauh lebih enak.

Selain itu, label makanan juga bisa meningkatkan nilai jual produk. Contoh kecil, produk bawang goreng dengan label kertas berbungkus plastik yang biasa kita lihat di tukang sayur dijual dengan harga Rp2.000. Di sisi lain, produk serupa dengan kemasan stoples mini dan label makanan cantik bisa lebih laku meskipun dijual dengan harga Rp7.000.

Hal tersebut menunjukkan bahwa label merupakan hal penting dalam strategi pemasaran produk, terutama produk makanan.

Inilah mengapa sebelum meluncurkan produk mereka, perusahaan makanan instan atau ringan biasanya melakukan segmentasi pasar dan riset terlebih dahulu.

Tujuan utamanya tentu saja untuk menciptakan label yang menarik sehingga calon konsumen berminat pada produk mereka.

Untuk bisnis berskala kecil, jangan khawatir. Hal serupa juga bisa kita rasakan asal Anda mau sedikit kreatif dalam membuat label makanan yang menarik.

Cara Membuat Label Makanan

Berikut beberapa tips dan trik membuat label makanan menarik dari berbagai sumber sebagai referensi:

1. Warna Label

Tahukah Anda bahwa warna memiliki efek psikologi masing-masing? Hal ini sebenarnya sudah menjadi rahasia umum. Inilah alasan beberapa produk cenderung memiliki warna khas.

Seperti warna biru yang identik dengan bank karena warna biru memiliki efek kuat, tepercaya, dan kokoh. Harapannya, nasabah dapat memercayakan uang mereka ke lembaga yang dinilai kokoh.

Soal makanan, ada dua warna yang cocok untuk dijadikan salah satu komposisi dalam label makanan, yaitu merah dan kuning. Kedua warna ini dinilai dapat membangkitkan nafsu makan dan membuat orang tertarik karena cukup mencolok.

Jadi, jika ingin membuat label yang menarik, jangan ragu menggunakan unsur merah dan kuning. Padukan warna tersebut dengan elemen lain agar ada nilai otentik yang membuat orang selalu mengingat produk Anda.

Efektivitas penggunaan warna merah dan kuning sebenarnya sudah dibuktikan oleh beberapa perusahaan makanan.

Coba lihat label pada produk makanan cepat saji populer seperti KFC, MCDonald, Wendys, atau Pizza. Kita akan menemukan unsur merah dan kuning pada label makanannya dan seperti yang kita tahu, produk tersebut terbukti populer sekaligus diminati banyak orang.

2. Jenis Huruf

membuat label makanan dengan jenis huruf

Selanjutnya, pilih jenis huruf yang menarik, jelas, dan mudah dibaca oleh konsumen. Meskipun kelihatannya sederhana, jenis font justru mampu menyampaikan pesan yang ingin kita tunjukkan pada produk secara mudah. Dengan pesan yang jelas dan gamblang, pembeli akan lebih mudah tertarik pada produk.

Sebaiknya, hindari memilih huruf unik dan lucu hanya karena kelihatannya lebih estetik. Dalam membuat label makanan, makin jelas huruf akan makin baik.

Huruf unik yang sulit dibaca justru membuat pembeli enggan untuk mengambil produk jika dipasang di rak makanan suatu swalayan.

3. Ukuran Huruf

Hal serupa berlaku pada ukuran huruf. Saat memilih makanan, konsumen cenderung melakukan scanning. Jadi, label dengan tulisan yang jelas dan berukuran pas tentu lebih menarik dibanding label dengan huruf berukuran kecil.

Idealnya, huruf pada label makanan tidak terlalu besar, pun terlalu kecil.

Jika terlalu besar, dikhawatirkan label tidak mampu memuat informasi tentang komposisi makanan, perizinan, label halal, dan keterangan bahwa produk telah lolos BPOM.

Buatlah ukuran huruf yang sesuai, selaras dengan unsur yang lain, dan dapat dibaca dengan mudah oleh konsumen.

4. Nama Produk

membuat label makanan dengan nama produk

Keberadaan nama produk pada label adalah hal mutlak. Nama tidak ubahnya merek yang menjadi identitas dan membedakan makanan dengan produk serupa.

Karena berfungsi sebagai informasi utama, sebaiknya nama dibuat dengan ukuran yang lebih besar dibanding keterangan lain.

Peletakan nama ini pun sebaiknya di tempat yang strategis, seperti bagian tengah label. Karena unsur ini begitu penting, sebaiknya buat desain yang menarik dan unik agar label nama terlihat lebih menarik dibanding produk lain.

5. Gunakan Bahan yang Tepat

Selain komponen-komponen yang telah disebutkan, gunakan bahan pembuat label berkualitas agar informasi yang tertera bisa terbaca. Idealnya, label yang digunakan terbuat dari bahan plastik atau kertas yang memiliki lapisan plastik. Selain mudah dicari, bahan ini terbukti antiair dan antiminyak.

Jika label dibuat dari bahan tersebut, Anda juga tidak perlu khawatir tulisan dan gambarnya mudah luntur. Pasalnya, bahan tersebut dikenal lebih tahan lama dibanding bahan lain seperti kertas.

6. Tambahkan Gambar Menarik

membuat label makanan dengan gambar menarik

Selain tulisan, Anda bisa menambahkan gambar pada label agar produk terlihat lebih menarik. Gambar yang digunakan bisa foto produk atau ilustrasi maskot yang identik dengan merek produk.

Agar efeknya bisa maksimal, pastikan gambar tersebut memiliki daya tarik cukup kuat dan memiliki nilai keunikan.

Untuk hasil yang pas, sebaiknya gunakan jasa desainer grafis dalam membuat gambar tersebut.

Selain bisa menyesuaikan dengan karakteristik produk, desainer juga bisa membantu kita membuat gambar unik yang membuat label terlihat berbeda meskipun bersanding dengan makanan lain di rak makanan.

7. Tentukan Ukuran yang Tepat

Terakhir, pastikan label yang dibuat memiliki ukuran pas dan bentuk yang sesuai. Inilah alasan sebelum membuat label, tentukan dulu ukuran kemasan yang akan digunakan.

Jika sudah menemukan kemasan yang pas, buatlah label yang ukurannya tidak terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Sesuaikan ukuran label dengan kemasan tanpa mengabaikan unsur estetika.

Pasalnya, percuma saja membuat label yang menarik tetapi tidak pas dengan ukuran kemasan produk. Bukannya terlihat menarik, makanan yang dijual justru terlihat seperti produk asal-asalan.

Demikian tips dan trik untuk membuat label makanan yang menarik. Agar angka penjualan semakin meningkat dan mempermudah kita dalam mendata setiap stok yang ada, gunakan aplikasi iREAP POS.

Selain mudah digunakan, aplikasi ini bisa dijalankan secara online dan offline sehingga Anda bisa memantau penjualan kapan pun dan di mana pun.
Semoga bermanfaat.

Banner-ireap-lite-free