Penjelasan Rumus Break Even Point

explanation of the break even point formula

penjelasan rumus break even point

Keadaan BEP atau break event point adalah suatu keadaan dimana nilai pemasukan sama dengan nilai pengeluaran operasional.  Keadaan ini jelas berbeda dengan keadaan laba yang lebih besar dari pengeluaran yang dilakukan. Namun banyak orang menafsirkan jika keduanya sama. Menggunakan rumus break even point adalah salah satu metode yang digunakan.

Metode Rumus Break Even Point

Sampai saat ini setidaknya rumus yang digunakan untuk menghitung suatu keadaan BEP atau break event point dibagi menjadi tiga metode yaitu metode pemasaran, metode kontribusi unit, hingga metode grafik. Dari ketiga metode tersebut penjelasan lebih detail dapat anda baca dibawah ini.

Metode Pemasaran

Metode yang pertama adalah metode pemasaran. Metode ini dapat digunakan dengan perhitungan yang didasarkan oleh laporan laba dan rugi. Tentunya dalam metode ini, rumus break even point adalah merupakan suatu hal yang wajib digunakan.

Metode Kontribusi Unit

Metode yang kedua adalah metode kontribusi unit. Metode ini menggunakan dasar jumlah margin kontribusi. Sedangkan margin kontribusi merupakan suatu keadaan selisih dari pendapatan hasil penjualan dengan biaya variabel yang ada.

Dengan adanya metode ini, para pelaku usaha mampu mengetahui keuntungan yang diberikan oleh suatu produk. Sama seperti metode sebelumnya, metode ini juga memerlukan sebuah rumus di dalamnya. 

Metode Grafik

Yang terakhir adalah metode metode grafik. Pada metode ini volume penjualan ditunjukkan pada garis horizontal sedangkan garis vertikal menunjukkan biaya yang digunakan.

Komponen Pembentukan BEP atau Break Event Point

Agar bisa mendapatkan suatu keadaan break even point atau BEP ternyata dibutuhkan sebuah komponen untuk membantu pembentukan keadaan tersebut. Dalam hal ini ternyata dibagi menjadi 4 komponen yang digunakan. Lantas apa saja komponen tersebut berikut adalah penjelasannya.

1. Biaya Tetap

Komponen yang pertama merupakan biaya tetap. Dimana komponen ini akan tetap seperti keadaan semula meskipun terjadi suatu perubahan pada bagian operasional bisnis. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini merupakan adalah ketika ada atau tidaknya aktivitas produksi dari suatu pemilik pelaku usaha tersebut.

2. Harga Jual

Harga jual merupakan besaran suatu harga yang telah ditentukan ketika seluruh biaya produksi ditambah dengan biaya atau nilai keuntungan. Selain itu harga jual biasanya didapatkan dari biaya hitungan per unit setelah dilakukan proses produksi.

3. Pendapatan

Pendapatan sendiri merupakan suatu hasil yang didapatkan setelah proses penjualan berlangsung.

4. Biaya Variabel

Biaya variabel merupakan suatu nilai yang berubah-ubah sesuai dengan kapasitas produksi yang telah dilangsungkan. Biaya variable biasanya bisa saja meningkat atau menurun.

Nah, penjelasan rumus break even point adalah untuk mencapai keadaan BEP atau break event point. 

Banner-ireap-pro