Peluang Bisnis Minimarket dan Cara Memulainya

peluang dan cara memulai bisnis minimarket

Peluang dan Cara Memulai Bisnis Minimarket

Cara memulai usaha minimarket sebenarnya bisa dengan cara memilih dulu, mau secara mandiri atau mau waralaba. Kemudian, Anda perlu membuat rencana bisnis, menghitung modal, mengurus perizinan, menyiapkan tempat dan sebagainya. Agar lebih lengkap dan jelas, baca dulu yuk peluang bisnis minimarket dan bagaimana cara memulai usaha minimarket dari artikel ini.

Peluang Bisnis Minimarket

Peluang bisnis minimarket masih menguntungkan dan terbuka lebar. Sebab, keberadaan minimarket memberi kemudahan bagi masyarakat di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memang, saat ini sudah ramai e-commerce yang membuat orang bisa berbelanja tanpa harus keluar rumah. Meski begitu, tetap ada lebih banyak orang yang memilih berbelanja secara langsung atau mampir ke minimarket ketika sedang dalam perjalanan.

Prinsipnya, selama minimarket bisa menjual produk dengan harga terjangkau, menciptakan rasa nyaman saat berbelanja dengan tempat yang bersih dan penataan produk yang rapi. Maka pelanggan tak akan berpikir lama untuk membawa produk yang mereka inginkan ke kasir.

Logika sederhana, bisnis minimarket menguntungkan dan prospeknya bagus. Itu sebabnya, Indomaret dan Alfamart terus membuka cabang di berbagai kota dan daerah di Indonesia. Nah, kalau Anda berminat untuk membuka usaha minimarket juga, lanjutkan membaca untuk tahu cara memulainya ya.

Cara Memulai Bisnis Minimarket

Peluang dan Cara Memulai Bisnis Minimarket

1. Tentukan Dulu, Mau Waralaba atau Usaha Sendiri

Saat mau memulai usaha minimarket, Anda harus memilih terlebih dahulu. Mau usaha mandiri atau waralaba. Jika ingin memulai dengan cara membuka usaha secara mandiri, Anda bisa memulainya dengan modal berapa pun dan kapan pun Anda mau mulai.

Sementara jika membuka bisnis minimarket secara waralaba, ada prosedur yang harus Anda ikuti dan tentu saja modal juga harus siap ya. Nah, ada baiknya nanti cari tahu dulu keuntungan apa saja yang akan Anda dapatkan dari model bisnis ini dan berapa modal yang harus disiapkan.

2. Ketersediaan Modal

Baik usaha mandiri maupun waralaba, sama-sama membutuhkan modal. Hanya saja, modal untuk membuka bisnis minimarket secara mandiri jauh lebih sedikit. Apalagi jika Anda memulainya dari membuka toko kelontong dulu dan memanfaatkan ruang kosong yang ada di rumah.

Sementara untuk bisnis minimarket berukuran menengah dan harus punya tempat khusus, maka modal yang disiapkan antara 50 juta hingga 100 juta. Selanjutnya, jika ingin buka minimarket secara waralaba, ya modalnya akan jauh lebih besar.

3. Memilih Lokasi dan Menyiapkan Tempat

Pilihlah lokasi bisnis yang tepat dan strategis. Misalnya di lokasi perumahan, di lingkungan yang jumlah penduduknya banyak, atau lokasi yang berada di pinggir jalan dan di pusat keramaian (dekat pasar, dekat kampus, daerah kost-kostan, dan sebagainya). Jangan lupa, lokasi usaha sebaiknya juga memiliki fasilitas parkir sehingga tidak mengganggu jalan umum.

4. Wajib Mengurus Izin Usaha dan Memiliki Asuransi

Jangan lupa urus dulu izin usaha supaya bisnis minimarket Anda bisa berjalan lancar tanpa gangguan. Selain izin usaha, Anda juga harus memiliki asuransi untuk perlindungan dan antisipasi dari hal-hal tak terduga.

5. Survei Kebutuhan Pelanggan yang Krusial Dulu

Jika izin usaha, tempat, dan perencanaan awal sudah siap, sekarang waktunya Anda melakukan survei mengenai siapa yang akan menjadi pelanggan Anda, dan apa saja kebutuhan mereka. Cara ini akan memberi gambaran, berapa banyak produk yang harus tersedia di minimarket Anda.

Peluang Bisnis Minimarket

6. Perlengkapan yang Dibutuhkan

Buat daftar perlengkapan minimarket yang Anda butuhkan. Misalnya, berapa banyak rak untuk memajang produk yang harus tersedia, meja kasir, rak display kecil untuk di bagian kasir, aplikasi kasir yang mau Anda gunakan, bahkan AC, lemari pendingin, freezer ice cream, dan sebagainya. Kemudian cari tahu juga harga untuk setiap perlengkapan tersebut agar Anda bisa sekaligus menyiapkan dananya.

7. Temukan Supplier

Karena Anda sudah tahu siapa pelanggan Anda dan apa saja produk yang paling sering mereka butuhkan, maka Anda pun bisa mengetahui kisaran harga beli produk yang mereka mampu.

Ini artinya, Anda harus menemukan supplier yang dapat memasok berbagai produk untuk minimarket Anda dengan harga yang lebih murah, sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual.

Selain harga, pastikan supplier yang akan bekerja sama dengan Anda bisa dipercaya, bisa diandalkan, mampu memenuhi jadwal pengiriman produk, memiliki kualitas produk yang baik dan sebagainya.

8. Stok Barang Sesuai Kebutuhan

Semua sudah siap, sekarang waktunya Anda mengisi stok barang sesuai kebutuhan pelanggan. Karena baru memulai bisnis, utamakan dulu produk yang memang paling sering dibeli pelanggan. Tujuannya, agar modal bisa berputar dan Anda bisa terus mengembangkan usaha minimarket Anda ini secara bertahap. Hindari menjual produk yang bukan kebutuhan primer ya, seperti parfum, alat dapur, misalnya, agar uang tidak “diam” lama di produk yang lambat lakunya tersebut.

9. Tata Barang Dagangan Semenarik Mungkin

Tata produk semenarik mungkin dan mudah ditemukan pelanggan. Lebih bagus lagi kalau Anda memberi nama untuk setiap bagian rak, misalnya rak sembako, rak snack, rak susu, dan sebagainya. Tampilan yang rapi selain memudahkan pelanggan juga akan memudahkan karyawan Anda saat melakukan check stok barang dan stock opname.

Jangan lupa untuk mempromosikan bisnis Anda ini ya. Cara terbaik untuk mempromosikan bisnis di masa sekarang adalah dengan memanfaatkan teknologi digital. Pelajari dulu saja Jenis Iklan Digital Marketing untuk Mempromosikan Bisnis siapa tahu berguna untuk Anda.

Nah, setelah persiapan memulai bisnis minimarket selesai. Percaya saja, bisnis bisa berjalan lancar kalau Anda merencanakan semuanya dengan matang dan terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk hal-hal yang memang butuh perbaikan lebih lanjut, misalnya cara melayani pelanggan, pencatatan keuangan, mengelola keuntungan bisnis dan sebagainya. Kalau Anda masih butuh referensi tambahan, boleh juga lho baca artikel selanjutnya: Rahasia Sukses Bisnis Minimarket untuk Pemula.

Banner-ireap-lite-free